Saturday, December 22, 2018

Dalam Langit Budapest

Di atas langit Budapest
Di tengah gumpalan awan 
yang berarak

Terbang ke penjuru barat
Lintasi cakrawala
Menjauhi Sang Fajar

Perutku bergejolak
Bertumbukkan dengan angin luar
Yang dingin, yang beku

Ku lihat ke sebelahku
Hanya pantulan diri 
Dari cahaya gelap, sekenanya

Mana daratan?
Mana kenyataan? 

Telinga pekak kusumbat
Burung besi ini menukik
Cukup tajam, memburu

Ah!
Suara wanita memecah udara
Mengalun sayup 
Daratan telah dekat, rayunya
Kenyataan di hadapan, terangnya

Aku telah mendarat 
di hamparan kenyataan

Budapest - Frankfurt 

22 Des 2018

Friday, December 21, 2018

Sekeliling Atas Pijakku

Lautan lampu berpendar
Di atasku
Tak buat terang dunia

Ratusan jiwa melintas
Di hadapanku
Tak bisa ciptakan ramai

Pelbagai ragam dan aneka
Di sekelilingku
Tak ada hardirkan warna

Bisikan sayup mendayu
Di belakangku
Hanya munculkan sembilu

Bertahta batu marmer
Di pijakku
Tak ayal sajikan nyaman

Lantas, apa yang kau cari?
Ilalang di padang rumput?
Peluh di dahi dan bau matahari?

Apa yang kau mau?
Tantangmu menyeru
Bukan semua itu, kutahu.

Jadi, apa yang kau ingini?

Percikan air di sore hari
Kala kabut turun menderu
Dan rintik hujan menyapa malu

Saat itu, saat damaiku
Ketika itu, sunyi tanpa kelabu
Cukup untukku mengisi kosong
Di sisi atas, depan, belakang,
Dan sekelilingku

22.18
Muscat, Oman



Wednesday, December 19, 2018

Sayang

Malam masih panjang
Kataku
Tidak sayang, sudah habis waktu
Katamu

Mengapa haru biru
Tanyaku
Bukan sayang, hanya rasa ngilu
Jawabmu

Akan banyak jalan
Kataku
Tidak sayang, aku cukup ragu
Katamu

Jangan engkau gundah
Risauku
Baik sayang, kuhapus gelisah
Tenangmu

Nikmati saja senyap
Kataku
Tidak sayang, cepat ambil sikap
Katamu

Engkau akan senang
Lirihku
Sayang, lekaslah kau pulang
Pintamu