Kita itu ditakdirkan untuk berperahu kan? Apakah pada akhirnya setiap orang akan berlabuh ke perahunya masing-masing? Adakah mereka yang tidak beruntung ,sudah berlayar jauh, namun tersesat sehingga tidak menemukan perahunya sampai akhir hidupnya? Jadi sebenarnya apa itu perahu dan siapa sebenarnya perahu itu? Belum mendapat jawaban.
Perbincangan kecil di selasar GKU Timur bersama kawan, menunggu waktu untuk Ujian Akhir Semester hari terakhir.
CORETAN DAN PENSIL : Rangkuman mimpi kecil anak kelas tiga SMA yang jarang mencatat di kelas, minim kosakata, kurang peka merangkai kalimat, datar dalam melontar bahasa, namun bercita-cita menjadi penulis. Hasil terakhir yang tergolong (kurang) bisa dibanggakan: Buku hariannya yang terisi dua lembar saja dan kosong kebelakangnya.
Tuesday, December 22, 2009
You can (absolutely) write
In the world of fools and lies,
where you cannot talk out loud,
you cannot act right,
even you cannot dream at night,
at least,
you can still write.
where you cannot talk out loud,
you cannot act right,
even you cannot dream at night,
at least,
you can still write.
Sunday, December 20, 2009
Lunglai
Mata yang sayu sendu
menatap lesu pada perahu
Otak yang telah senja
meleleh nanar
Jantung masih terus berdegup
wahai kau penjaga regu
Berarak-arak menutupi
Berduyun-duyun mengelambui
Bersungut-sungut mengganggu yang letih
menatap lesu pada perahu
Otak yang telah senja
meleleh nanar
Jantung masih terus berdegup
wahai kau penjaga regu
Berarak-arak menutupi
Berduyun-duyun mengelambui
Bersungut-sungut mengganggu yang letih
Omongkan Kata
Titik-titik tersebut telah terisi
Tanda tanya yang lelah telah terjawab
Teka-teki tak lagi kosong
Semuanya tidaklah bolong
Tanda tanya yang lelah telah terjawab
Teka-teki tak lagi kosong
Semuanya tidaklah bolong
Thursday, December 17, 2009
Monday, December 14, 2009
Newsletter #1
I am so grateful to be a dreamer.
When I was five, I unendingly dreamt about myself packing luggage, leaving on a huge airplane and visiting America.
The word 'America' at that time, sounded like the super coolest spot in the world for a five year old girl.
I had dreams, one of those has come true perfectly.I have spent five months in Texas. I am staying with an amazing host family in North Dallas, an itty-bitty town named Little Elm.
My town is pretty cool with rapid development. I love my superb host parents, two cute little siblings, and a big St. Bernard dog.
It is so exciting being a new part of family and community. I arrived in Little Elm two weeks before school started.
It was really nice having a plenty of time to acquaint myself with the brand new cultures and values.
Luckily, I did not take a long time to familiarize with the green surroundings.
My host family is a big joy and pleasure to live with. Jeff, my host dad, is a combination of calm and funny guy.
Becki, my host mom, is a completely loving partner of mine. My host siblings, Braelyn and Andrew are the super cutest kids ever.
We always do fun things together. I am glad to be able to spend my time going boating and swimming together in the summer time, going to the pet-store,
having a family dinner every Sunday, playing outside or even being settled down and chilling out at home. It is just precious.
At the same time, I absolutely love school. I go to Little Elm High School and I do my five days routines of getting up early and rushing to get there.
School for me is my social time when I meet different people and experience new things.
Hallway time (my class-change time) and lunch time are my favorite times of the day. My impression of American school is good, but different.
American school is neither better nor worse than my school in Indonesia. I enjoy them both.
It is an honor to stay in The Lone Star State as an Indonesian.
It is a blessing to have an oppurtunity to learn about American culture while actually living in America.
I have had a chance to view Indonesia from a different perspective.
I have learned so many new things and I am looking for learning much more. Being in the United State as
an Indonesian representative while not a burden, but it is not as easy as it might seem.
I believe it is a need. A need for a better understanding. It is a hope. A hope for a better world.
Time flies, 'the first three month adjusment' has ended.
I believe I did my best. Now during the second three month period, I strive to continue to learn and grow, looking forward to so many adventures.
*Masa-masa labil, 3 bulan pertama. Jeez, I am so green! What and where am I now on?
*Masa-masa labil, 3 bulan pertama. Jeez, I am so green! What and where am I now on?
Nostalgia Agustus Tahun Lalu
Untuk Adik Paulus Dito , Syarif Hidayatullah, Ikbal Maulana, dan Ofy Ahmad.
Tak terasa sudah sepenggal perjalanan Adik-adik menuju kibar Sang Merah Putih dipuncaknya. Suatu perjuangan panjang, pengorbanan besar yang diyakini melahirkan sebuah kebanggaan. Kebanggaan akan kebersamaan, semangat kekeluargaan, dan teriakan kekompakkan bersama kawan sepenanggungan.
Panitia Puslat 2008
*Untuk teman-teman 2006 yang hampir satu tahun tak bersua, tak berjumpa. Hanya nostalgia, hanya harapan agar Agustus segera kembali tiba.
Sudah punya Facebook-kah Anda?
Oleh : Citra Oktaviana
Dunia dewasa ini ialah layaknya sepetak lahan sempit. Kecil dan sesak. Suatu kejadian di satu tempat dapat seketika diketahui dan diperbincangkan oleh khalayak ramai di belahan bumi yang lain hanya dengan menekan satu klik saja. Internet, dengan segala fasilitas manisnya, menyuguhkan pelbagai macam kemudahan serta keuntungan bagi para penikmat ihwal per-dunia maya-an, salah satunya situs jaringan sosial yang belakangan ini menjadi endemik bagi kaum melek internet di Indonesia yaitu Facebook.
Wabah Facebook tengah menyerang dan berkembang pesat di masyarakat sosial di Indonesia, tidak terkecuali civitas academica SMA Presiden yang menunjukkan atensi yang besar terhadap pengaruh internet dalam kesehariannya. Berbeda dari jaringan sejenisnya, Friendster ataupun MySpace, Facebook mampu membuat tidak hanya para siswa tetapi juga para guru dan staff SMA Presiden untuk betah berlama-lama duduk di depan layar monitor guna mengecek wall (pesan yang dikirimkan dari pengguna Facebook ke pengguna yang lainnya), status (pemberitahuan tentang apa yang sudah, sedang, dan akan dikerjakan), maupun foto dan video terbaru yang diunggah oleh para Facebook-ers.
Facebook, yang pada awalnya hanya merupakan situs yang keanggotaannya terbatas bagi siswa-siswa Harvard College di Amerika Serikat, mulai merambah ke publik pada tanggal 4 Februari 2004 setelah berkembang luas di kawasan Amerika Selatan dan Timur Tengah. Di Indonesia, demam Facebook ini telah terjadi di pertengahan tahun 2007 hanya saja masih terbatas bagi segelintir orang. Sejak awal tahun 2008, jumlah peminat Facebook meningkat secara signifikan, termasuk didalamnya para siswa, guru, dan staff SMA Presiden.
Situs jaringan sosial buah kreatif seorang jenius Mark Zuckerberg ini marak diakses oleh para siswa, guru, dan staff SMA Presiden di berbagai kegiatan dan kesempatan. Jarang sekali terlihat ada unit komputer yang menganggur di saat istirahat maupun seusai pelajaran berlangsung karena dapat dipastikan seseorang sedang membaca News Feed yang bersikan tentang kegiatan yang akan hadir dalam waktu dekat ataupun pengingat ulang tahun seorang kerabat dan kawan. Bahkan banyak pula diantara mereka yang memiliki telepon genggam berfasilitas GPRS dapat dengan cepat mengakses Mobile Facebook dengan kualitas tampilan yang tidak jauh berbeda dengan tampilannya ketika diakses melalui internet.
Banyak hal yang menyebabkan virus Facebook ini berproliferasi dan menginang di kalangan SMA Presiden, seperti yang diutarakan oleh salah seorang staff pengajar, Bapak Yayan Mulyana, menyatakan bahwa Facebook merupakan salah satu bentuk “kelatahan” masyarakat terhadap hal yang baru dari banyak kelatahan-kalatahan lainnya yang terjadi di Indonesia. Beliau yang baru akan membuat account Facebook meyakini bahwa dengan keikutsertaannya itu dapat mendapatkan suatu nilai lebih dan keuntungan, serta menambah teman dalam berbisnis. Begitu pula yang disampaikan oleh siswi kelas XII IPA 1, Inggrid, yang merasa nyaman dengan keikutsertaannya dalam Facebook karena melalui Facebook ia akan lebih keep up to dateacebook terhadap berita dan kegiatan apa yang sedang berkembang dan diperbincangkan. Lain hal dengan keduanya di atas, ternyata di tengah ramainya pengguna situs jaringan tersebut, beberapa siswa memilih untuk diam dan tidak berkecimpung di dunia per-Facebook-an. “Mungkin, setelah ujian, saya akan coba sign up di Facebook, bukan tidak ingin ikut bersosialisasi dengan orang-orang, hanya saja hal itu akan sangat membuat saya sangat ketagihan”, ujar Buddy, siswa kelas XII IPA 2 yang merupakan sedikit dari siswa SMA Presiden yang belum mempunyai account di Facebook.
Facebook dengan motto jualnya helps you connect and share with people in your life, membantumu untuk terhubung dan berbagi dengan orang-orang di kehidupanmu, telah sukses merajai aktivitas dunia maya warga SMA Presiden dengan memberikan keluasan untuk mengetahui hal-hal yang terkini, membantu membangun jaringan yang kuat, serta menciptakan kesempatan untuk berkenalan dengan orang-orang baru dari seluruh penjuru dunia. Situs jaringan tersebut telah berhasil memberikan fasilitas kenyamanan bagi para pengguna sekaligus membius perhatian SMA Presiden untuk berkutat dengan dunia yang nyata namun tak nyata tersebut. Sekarang tinggal setiap pribadi mengevaluasi, apakah hal itu menyuguhkan suatu keuntungan atau malah memberikan tantangan dan hambatan? Semuanya bebas menilai dan memilih. ()
*Tugas untuk mata pelajaran Kewarganegaraan ketika membahas tentang Media dan Pers di Indonesia. Tulisan ini dibuat hampir setahun yang lalu ketika Buddy belum mempunyai Facebook. Sekarang Buddy telah ber-facebook-ria. Saya akan bertanya lagi, "Siapa yang masih (sampai saat ini) belum mempunyai Facebook?"
Telur
Sebangun ruang, segelintir tunas
Segenggam energi, seonggok dekorasi
Secuil bahan, secarik harapan pada Sang lapar
Segenggam energi, seonggok dekorasi
Secuil bahan, secarik harapan pada Sang lapar
Kaku
Tak ayal raga bergerak
Tak mau jiwa merayu
Kepala mematung pada satu tuju
Leher tak mampu berderak
Dada membungkuk malu, lesu
Tungkai berat
Diam terpaku, sirna hasratku
Tak mau jiwa merayu
Kepala mematung pada satu tuju
Leher tak mampu berderak
Dada membungkuk malu, lesu
Tungkai berat
Diam terpaku, sirna hasratku
Subscribe to:
Comments (Atom)